|
Cerita Pendek
|
Persahabatan sEJATI
Pada suatu hari, di saat hari
pertama masuk sekolah, salah seorang murid baru yang bernama Mawar hari itu
datang ke sekolah sangat pagi. Dia sungguh tidak sabar untuk segera masuk di
sekolah yang baru dan mendapat teman-teman yang baru.
Ternyata apa
yang diinginkan Mawar tak sejalan dengan kenyataannya. Entah apa sebabnya, teman-temannya
tak mau berteman dengannya. Sejenak Mawar berfikir, apakah karena dia adalah
orang miskin sehingga tak ada satupun orang yang mau berteman baik dengannya ?
Muncul banyak sekali pertanyaan dalam benak Mawar saat itu.
Setiap hari ia
selalu terlihat murung karena tak ada satupun temannya yang ingin berteman
dengannya tetapi dia selalu berusaha untuk bersabar menghadapi semuanya. Hingga
pada suatu hari, ada salah seorang temannya yang bernama Tia datang
menghampirinya. “Hai Mawar..” ucap Tia saat menghampirinya. “Oh hai Tia..” ucap
Mawar. “Kenapa kamu tidak bermain bersama teman-teman yang lain?” tanya Tia.
“Tak ada yang ingin bermain denganku Tia” ucap Mawar sambil bersedih. “Kenapa
mereka tak ada yang ingin bermain bersamamu, Mawar?” ucap Tia sambil heran. “Entah
apa alasannya, tapi aku rasa mereka tak ada yang mau bermain denganku karena
aku hanyalah seorang siswa yang miskin.” jawab Mawar. Karena melihat salah
seorang temannya yang sedang bersedih, akhirnya Tia memutuskan untuk menghibur
Mawar agar Mawar merasa senang. “Ayo bermain denganku!” ajak Tia.
Mereka berdua
akhirnya pergi ke belakang sekolah. Tepat saat itu, Tia membeli dua buah balon
kecil untuk mereka berdua. “Ini untukmu dan ini untukku.” kata Tia sambil
memberikan salah satu balon yang dia beli untuk Mawar. “Apa yang akan kita
lakukan, Tia ?” tanya Mawar keheranan. “Tulis semua kesedihanmu dan juga keinginanmu
pada kertas ini, lalu pasang kertas ini pada balon yang kamu miliki,” pinta
Tia. Lalu setelah Mawar selesai menulis semua apa yang dia rasakan dan apa yang
dia inginkan dan menempelkannya di balon itu, lalu ia berkata “Aku sudah
selesai, lalu apa yang akan kita lakukan?” ucap Mawar. “Lalu kita terbangkan
balon ini supaya kesedihanmu hilang dan apa yang kamu inginkan kelak akan
terwujud.” ucap Tia. “Baiklah” ucap Mawar. Setelah Mawar dan Tia menerbangkan
balonnya ke awan, lalu Tia bertanya, “Bagaimana perasaanmu saat ini?” ucap Tia.
“Aku merasa sedikit lebih tenang sekarang.” ucap Mawar. “Baguslah jika begitu.”
ucap Tia. Tak beberapa lama kemudian, bel masuk kelas berbunyi. “Ayo kita masuk
kelas!” ajak Tia. “Ayo” ucap Mawar.
Lalu Mawar dan
Tia sekarang sudah berteman baik. Tia selalu ada disaat senang maupun sedih
untuk Mawar. Semua teman-teman yang lain pun mulai berteman baik dengan Mawar.
Mawar tak lagi merasa sedih maupun kesepian saat ini. Hari-hari Mawar terasa
lebih berwarna setelah apa yang selama ini dia inginkan terwujud. Satu yang dia
inginkan sekarang, Persahabatannya dengan
Tia juga teman-temannya yang lain tak akan pernah putus selamanya.
SELESAI