Kamis, 06 November 2014

PERSAHABATAN SEJATI





Cerita Pendek
  


Persahabatan sEJATI




Pada suatu hari, di saat hari pertama masuk sekolah, salah seorang murid baru yang bernama Mawar hari itu datang ke sekolah sangat pagi. Dia sungguh tidak sabar untuk segera masuk di sekolah yang baru dan mendapat teman-teman yang baru. 

          Ternyata apa yang diinginkan Mawar tak sejalan dengan kenyataannya. Entah apa sebabnya, teman-temannya tak mau berteman dengannya. Sejenak Mawar berfikir, apakah karena dia adalah orang miskin sehingga tak ada satupun orang yang mau berteman baik dengannya ? Muncul banyak sekali pertanyaan dalam benak Mawar saat itu. 

          Setiap hari ia selalu terlihat murung karena tak ada satupun temannya yang ingin berteman dengannya tetapi dia selalu berusaha untuk bersabar menghadapi semuanya. Hingga pada suatu hari, ada salah seorang temannya yang bernama Tia datang menghampirinya. “Hai Mawar..” ucap Tia saat menghampirinya. “Oh hai Tia..” ucap Mawar. “Kenapa kamu tidak bermain bersama teman-teman yang lain?” tanya Tia. “Tak ada yang ingin bermain denganku Tia” ucap Mawar sambil bersedih. “Kenapa mereka tak ada yang ingin bermain bersamamu, Mawar?” ucap Tia sambil heran. “Entah apa alasannya, tapi aku rasa mereka tak ada yang mau bermain denganku karena aku hanyalah seorang siswa yang miskin.” jawab Mawar. Karena melihat salah seorang temannya yang sedang bersedih, akhirnya Tia memutuskan untuk menghibur Mawar agar Mawar merasa senang. “Ayo bermain denganku!” ajak Tia. 

          Mereka berdua akhirnya pergi ke belakang sekolah. Tepat saat itu, Tia membeli dua buah balon kecil untuk mereka berdua. “Ini untukmu dan ini untukku.” kata Tia sambil memberikan salah satu balon yang dia beli untuk Mawar. “Apa yang akan kita lakukan, Tia ?” tanya Mawar keheranan. “Tulis semua kesedihanmu dan juga keinginanmu pada kertas ini, lalu pasang kertas ini pada balon yang kamu miliki,” pinta Tia. Lalu setelah Mawar selesai menulis semua apa yang dia rasakan dan apa yang dia inginkan dan menempelkannya di balon itu, lalu ia berkata “Aku sudah selesai, lalu apa yang akan kita lakukan?” ucap Mawar. “Lalu kita terbangkan balon ini supaya kesedihanmu hilang dan apa yang kamu inginkan kelak akan terwujud.” ucap Tia. “Baiklah” ucap Mawar. Setelah Mawar dan Tia menerbangkan balonnya ke awan, lalu Tia bertanya, “Bagaimana perasaanmu saat ini?” ucap Tia. “Aku merasa sedikit lebih tenang sekarang.” ucap Mawar. “Baguslah jika begitu.” ucap Tia. Tak beberapa lama kemudian, bel masuk kelas berbunyi. “Ayo kita masuk kelas!” ajak Tia. “Ayo” ucap Mawar. 

          Lalu Mawar dan Tia sekarang sudah berteman baik. Tia selalu ada disaat senang maupun sedih untuk Mawar. Semua teman-teman yang lain pun mulai berteman baik dengan Mawar. Mawar tak lagi merasa sedih maupun kesepian saat ini. Hari-hari Mawar terasa lebih berwarna setelah apa yang selama ini dia inginkan terwujud. Satu yang dia inginkan sekarang, Persahabatannya dengan Tia juga teman-temannya yang lain tak akan pernah putus selamanya



SELESAI